Penulis: Tri Wuryani

Cara Mengatasi Lecet Pada Pantat Bayi

Mengatasi Lecet Pada Pantat Bayi – Pantat bayi sering mengalami lecet-lecet. Banyak faktor yang menyebabkan pantat bayi lecet, tetapi yang paling sering adalah karena adanya tekanan yang cukup lama di daerah pantat. Selain menyebabkan lecet, tekanan yang cukup lama juga menyebabkan pembuluh kapiler terhimpit dan menyebabkan aliran darah terganggu. Biasanya, tekanan yang cukup lama disebabkan posisi tidur bayi yang tidak berubah sepanjang malam, bila tekanan tersebut disertai gesekan, akan menyebabkan kulit bayi lecet-lecet dan timbul bercak-bercak kemerahan. Lecet pada bayi dikenal sebagai diaper rash. Bagaimana mencegah ataupun mengobati lecet pada bayi?

Mengatasi Lecet Pada Pantat Bayi

Faktor lain yang menyebabkan lecet pada kulit bayi adalah kelembabkan yang cukup lama pada daerah tersebut. Kelembaban tersebut bisa terjadi akibat kencing atau kotoran yang melekat pada popok bayi yang tidak segera dibersihkan. Daerah kulit yang lembab dan hangat mudah sekali sel-selnya rusak, terutama jika bagian tersebut tertekan terlalu lama.

Kemudian jika kesehatan bayi kurang baik, lecet pada pantat tersebut akan mudah terjadi, keadaan ini bisa terjadi akibat kondisi yang buruk mengakibatkan organisme jamur, bakteri, dan virus akan tumbuh dengan subur dan mudah menimbulkan iritasi pada kulit bayi.

Popok Harus Bersih
Agar pantat bayi tidak mudah lecet, setiap kali popok yang basah karena kencing dan kotoran harus segera diganti. Bersihkan daerah organ atau pantat bayi dengan air sampai bersih, setelah itu keringkan dengan baik, karena pada daerah kulit yang lembab, hangat, dan jarang terkena udara akan menjadi sasaran empuk bagi perkembangan bakteri yang sifatnya menetap. Kemudian oleskan bedak atau obat khusus untuk lecet yang dapat mengurangi gesekan. Demikian jika bayi sudah dimandikan, jangan lupa membersihkan dengan teliti bagian tubuh bayi agar jangan ada sisa-sisa kotoran pada kulit bayi.

Popok Sekali Pakai

Popok sekali pakai (disposible) akhir-akhir ini banyak digunakan oleh ibu-ibu muda yang sibuk. Popok disposible ini sengaja dipilih agar bayi yang memang lemah terhadap infeksi dapat terhindar dari kemungkingan infeksi. Alasan menggunakan popok ini karena dianggap lebih steril dan mudah digunakan, apalagi jika sedang berpergian atau rekreasi.

Nah itu tadi adalah cara untuk mengatasi lecet pada pantat bayi, hal terpenting yang perlu diperhatikan oleh tiap ibu adalah terkait faktor kebersihan pada bayi itu sendiri. Semoga bermanfaat.

Alat Kesehatan Yang Sering Digunakan Untuk Perawatan Medis

Bagi seorang tenaga medis seperti dokter, bidan ataupun perawat penggunaan alat kesehatan adalah hal yang wajib untuk mendukung kinerjanya. Dengan adanya alat kesehatan maka akan memudahkan dalam melakukan pemeriksaan dan perawatan pada pasien. Dengan menggunakan alat kesehatan maka akan bisa diketahui gejala-gejala penyakit yang mungkin terjadi pada seorang pasien, sehingga dokter akan bisa lebih mudah dalam menentukan langkah penanganan yang tepat berikutnya.

Dan berikut ini adalah beberapa alat kesehatan yang sering digunakan oleh para dokter atau tenaga medis di dalam melakukan pemeriksaan kesehatan pasien :

1. Stetoskop

Stetoskop Saya rasa hampir semua orang sudah mengenal alat yang satu ini, karena hampir tiap kali melakukan pemeriksaan kesehatan pastinya bidan atau dokter menggunakannya. Stetoskop ini biasanya dipakai untuk mendengarkan detak jantung, paru-paru serta aliran darah pembuluh arteri dan vena. Selain untuk memeriksa kondisi pasien secara umum, stetoskop juga biasa digunakan untuk memeriksa kondisi pasien secara khusus seperti yang menderita bronchitis, penyakit jantung atau paru-paru.

2. Otoskop

Otoskop
Alat kesehatan yang satu ini berfungsi untuk memeriksa kondisi telinga pasien, biasanya digunakan pada pasien yang mengalami telinga berdenging, infeksi telinga atau yang sering mengalami pusing.

3. Alat EKG

Alat EKG

Alat ini sering digunakan untuk mendiagnosa seorang pasien yang mengidap penyakit jantung, cara kerjanya adalah dengan memeriksa aktivitas elektrik jantung secara akurat.

4. Defibrillator

Defibrillator

Defibrillator atau alat kejut jantung adalah alat kesehatan yang dipakai untuk melakukan pertolongan pada pasien gagal jantung, fungsinya hampir sama dengan alat EKG hanya saja kalau EKG hanya untuk melakukan pemeriksaan sedangkan defibrillator lebih kepada alat medis untuk melakukan pertolongan. Defibrillator berfungsi untuk menstabilkan kembali detak jantung pasien yang mengalami serangan jantung. Defibrillator ini ada 2 jenis yaitu defibrillator yang terhubung langsung ke monitor dan tidak bisa dipindah-pindah dan juga AED atau defibrillator portable yang biasa dibawa kemana-kemana sesuai kebutuhan. Dilihat dari sisi biaya untuk harga defibrillator portable pun lebih murah jika dibandingan defibrillator biasa.

5. Termometer

Termometer
Termometer merupakan alat kesehatan yang berfungsi untuk mengetahui suhu tubuh pasien. Biasanya peletakannya adalah melalui mulut atau ketiak.

Selain kelima alat diatas beberapa alat kesehatan lain yang biasa digunakan yaitu ada tensimeter, fetal Doppler, USG dan juga penlight. Demikian tadi informasi mengenai beberapa alat kesehatan yang sering digunakan oleh para tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan pasien, semoga bermanfaat.